Latest Entries »

Tentang Kita

Kubayangkan kita adalah sebuah peristiwa, lalu sesekali bermimpi tentang kita adalah burung camar yang belajar terbang diantara gelombang yang terlanjur mengayunkanmu ke tengah samudera mimpi yang bergelora. Aku belum paham betul makna pertemuan, yang akhirnya kau hancurkan dengan diam, mengerat jantungku diam-diam. Pun akhirnya dengan mata nanar kupandangi waktu yang berkamuflase menjadi gerimis, menyapu wajahmu dari beranda mata hatiku.

Sudahlah harusnya tak ada cinta atau luka yang terbata-bata dalam kita. Lalu biarkanlah aku meremangkan wajahku dalam botol-botol plastik minuman, beradu dan bercerita tentang rindu pada meja, pada tembok, pada lumut atau pada bayanganku yang tak pernah mengeluh. Atau mungkin kali ini saat dimana kita perlu meneteskan air mata rindu dan pilu yang sembilu. (IM-20/03/11)

Cinta Telah Tiba

Cinta telah tiba
sebelum kulihat parasnya
di musim semi wajahmu

Telah menjadi kita dan kata
saat kucicipi hangatnya
di kuncup rekah bibirmu.

Menjadi deru dan dera
saat kuarungi arusnya
di laut kecil matamu.

(Jokpin)

mengapa harus aku?

mengapa tidak kamu saja atau dia saja?

mengapa kita harus terlibat?

banyak pro dan kontra yang muncul karena aku, karena kamu, karena dia dan karena kita

bahkan isu global warming pun diakibatkan karena aku, kamu dia, dan kita

tetapi aku, kamu, dia dan kita tak bisa berpisah

karena ada aku, kamu, dia dan kita hidup di satu bumi yang sama

karena ada aku, kamu, dia dan kita harapan pun muncul

karena ada aku, kamu, dia dan kita harapan itu mampu diwujudkan

karena ada aku, kamu, dia dan kita dunia menjadi lebih indah

Tak ada yang bisa kuberikan kecuali do’a untukmu, sebatas mampuku pula…

Sahabat, dalam ruang perjalanan sejarah peradaban manusia
Ia kehidupan kita
Di ruang kecil itu ada ruang mimpi kita bersama
Jauh dibelakang sana!
Dan untuk membuka ruang mimpi itu,
Kita harus memasuki koridor-koridor waktu yang cukup panjang dan sarat beban
Sarat rintangan, namun sarat pula akan kesan
Dan kitapun sering bertemu ruang-ruang buntu dan berdebu, yang membuat kita ragu
Sahabat, pernah mungkin kita terjaga dari mimpi indah itu
Lalu termangu kita dalam hampa,
Menatap realita yang sangat jauh dari berbeda

Sahabat, kadang kita melewati lorong yang cukup luas
Hingga kita bisa melangkah bersama beriringan
Namun ada masanya, kita melewati lorong yang yang sempit
Hingga kita terpaksa menapakinya bergantian… sendirian!
DISAAT ITULAH KITA RASAKAN KESUNYIAN MENETAPI HATI
Mencekam hingga menusuk kalbu yang paling dalam

Sahabat, disaat itulah aku baru sadar
Bahwa tanpamu jalan ini terasa jauh dan sepi sekali
Tanpamu semua akan menjadi lelah
Ceria berubah menjadi kegetiran….., kecemburuan…., bahkan kemarahan……!

Namun, Sahabat,
Begitulah perjalanan yang mau tidak mau harus kita lalui
Untuk membuktikan pada Tuhan bahwa kita mencintai-Nya!

Sahabat,
Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kesunyian yang sama
Ingatlah…bahwa do’aku selalu menyertaimu
Bila kau terjaga dari mimpimu dan merasakan kepedihan yang sama
Ingatlah, bahwa do’aku salalu menyertaimu
Mudah-mudahan Tuhan mnegumpulkan kita kembali di Surga-Nya, sebagai bagian dari golongan hamba-Nya yang bertakwa.

Amien

(Special Buat Semua Anak Incredible, Aku hanya berharap pada “kita”. Semoga Kalian Masih Yang Seperti Dulu)

Pada Suatu Hari Ini

Sebuah puisi yang mengingatkan saya tentang hidup dan cinta, Oleh: Sapardi Djoko Damono

PADA SUATU HARI NANTI

pada suatu hari nanti
jasadku tak akan ada lagi
tapi dalam bait-bait sajak ini
kau takkan kurelakan sendiri

pada suatu hari nanti
suaraku tak terdengar lagi
tapi di antara larik-larik sajak ini
kau akan tetap kusiasati

pada suatu hari nanti
impianku pun tak dikenal lagi
namun di sela-sela huruf sajak ini
kau takkan letih-letihnya kucari

(Sapardi, 1991)

Nama    : Sapardi Djoko Damono
Tempat, Tanggal Lahir    : Surakarta, 20 Maret 1940

Sapardi

Sapardi

Sapardi merupakan seorang pujangga  terkemuka yang dikenal dengan puisi-puisi yang menggunakan kata-kata sederhana. Beberapa diantara puisinya sangat popular. Sapardi lahir di Surakarta tahun 1955 tanggal 20 maret. Sapardi mulai menyukai menulis ketika ia menempuh kuliah di Universitas Gajah Mada jurusan Bahasa Inggris. Pada tahun 1974 Sapardi menjadi dosen di Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Dalam perjalanan menulisnya, Sapardi banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 ia mendapat anugerah SEA write Award, dan pada tahun 2003 meraih penghargaan Achamd Bakrie. Ia juga salah satu pendiri yayasan Lontar.
Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.
Beberapa puisinya yang sangat populer adalah     Aku Ingin, Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Musikalisasi puisi terhadap beberapa karyanya membuat karyanya populer. Reda Gaudeamo dan Tatyana (Dua Ibu) yang membawakan puisi sapardi dalam bentuk musikalisasi.

Kumpulan Puisi dan Prosa Sapardi :
Duka-Mu Abadi
Lelaki Tua dan Laut
Mata Pisau
Sepilihan Sajak George Saferis
Puisi Klasik Cina
Lirik Klasik Parsi
Perahu Kertas
Sihir Hujan
Hujan Bulan Juni
Ayat-ayat Api
Mata Jendela
Kolam (Kumpulan Puisi)

Untuk memperoleh musikalisasi puisi karya sapardi, cukup download disini

Kamu

Ini kali hujan datang tidak meriah

tak seperti gemerincik koin

yang kau lemparkan di Fontana Trevi

Namun ada gelak yang tersembunyi

di balik tawamu

Tidak seperti potert dirimu

yang lalu lalang seperti

lampu kota cahaya.

Oh ya, kutemukan sehelai

rambutmu dalam pigura yang

dulu bersemayamkan kamu.

(IM Des, 7,2010, 2:03)

Artikel kali ini tidak akan membahas tentang pengertian cinta. Sebab cinta itu sesuatu yang sangat kompleks jika ingin didefenisikan. Telah banyak ahli yang menghabiskan umurnya hanya untuk mencari apa defenisi dari cinta, akan tetapi semakin cinta itu didefenisikan maka semakin cinta itu akan terbatasi oleh tembok-tembok fikiran dan interpretasi dari orang atau kelompok dengan latar belakang tertentu, atau pengalamannya.

Dalam tulisan kali ini saya ingin mencoba menggambarkan sebuah hubungan antara cinta dan logika, yang jika dipandang dari sudut pandang orang lain maka kebanyakan orang tidak bisa melihat hubungan antar cinta dan logika itu.

Dalam pemahaman saya, bahkan dalam cinta itu kita mengenal istilah “Logika cinta” yang memang sangat berbeda dari takaran logika atau akal biasa. Logika atau akal, secara umum, merupakan alat bantu manusia untuk membangun akal budi, dan membuat akal budi itu bekerja lebih cepat, lebih teliti, rasional dan aman. Atau dengan kata lain logika dimaksudkan untuk menghindari kesesatan, atau paling tidak mengurangi.

Lalu bagaimana dengan logika cinta. Saya yakin logika cinta itu kebanyakan menyimpang dari logika atau akal biasa. Itulah dia kekuatan cinta dimana bahkan logikapun dapat dibutakan oleh cinta. Sehingga logika tidak akan dapat dipisahkan dari masalah cinta. Akan tetapi menurut pandangan saya dalam proses menuju yang dinamakan “cinta” dalam artian hubungan antara sesama manusia, maka manusia baik itu perempuan dan laki-lakai akan melewati dua tahap proses logika. Sebagai contoh, seorang perempuan ketika mencari pasangan, maka perempuan akan sangat mempertimbangkan latar belakang pria calon pasangannya itu. Pria itu harus mapan dan punya asal-usul yang jelas. Akan tetapi ketika sampai pada cinta maka logika perempuan tadi akan luluh menjadi logika cinta yang bertolak belakang dengan logika umum.

Ketika seorang budak mencuri gelas majikannya akan sangat dipermasalahkan akan tetapi dalam kasus Romeo-Juliet dosa bunuh diri mereka bahkan tidak terlalu dipermasalahkan. Begitupun dengan kasus Syamsul Bahri yang melarikan istri Datuk Maringgi pun tidak dikecam atau dipermasalahkan. Sebab logika yang berjalan pada saat itu bukan logika atau akal biasa melainkan logika cinta. Tapi apakah kemudian dengan alasan logika cinta hal-hal yang sangat krusial seperti pada kasus Romeo-Juliet dan kasus Siti Nurbaya diabaikan begitu saja.

Jadi jelaslah hubungan antara Logika dan cinta seperti yang saya paparkan diatas. Akan tetapi kadang cinta seakan membuat manusia kehilangan daya nalar, kehati-hatian dan kedewasaan lahir dan batiniah yang semestinya digunakan dalam memaknai keagungan Cinta itu sendiri.

Saya kira demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.